Mooncake Festival 2026 Berakhir, Wali Kota Kupang: Lampion Boleh Padam, Semangat Kemanusiaan Tetap Menyala

IMG-20260928-WA0009
IMG-20260928-WA0009

KUPANG,GardaRakyat.com–Penutupan Mooncake Festival 2026 di sepanjang Jalan El Tari, Kupang, Minggu (27/9) malam, menjadi momen hangat yang mempererat persaudaraan sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga.

​Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi paguyuban Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT dan Kota Kupang atas suksesnya ajang tahunan ini. Menurutnya, perayaan budaya bukan sekadar tradisi, melainkan wadah kebersamaan serta solidaritas nyata bagi sesama.

​”Lampion boleh padam dan festival berakhir, tetapi semangat persaudaraan dan kepedulian harus tetap menyala. Di Kota Kupang, keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan,” ujar dr. Christian.
​Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengimbau warga untuk menyalurkan kepedulian bagi masyarakat terdampak gempa di Flores melalui kupon donasi dan aksi sosial yang digalang panitia. Ia menekankan bahwa batas wilayah tidak mengurangi rasa kemanusiaan.

​Selain pesan persaudaraan, festival ini terbukti memberi dampak ekonomi langsung. Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, mengungkapkan bahwa ajang yang berlangsung pada 25–27 September ini melibatkan 110 tenant UMKM dan 30 sponsor, dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp2,5 miliar.

​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang turut hadir juga menyampaikan apresiasinya. Ia menilai budaya sebagai jembatan yang mempertemukan keberagaman dalam harmoni, sejalan dengan visi pembangunan NTT yang menitikberatkan pada aspek manusia dan kehidupan sosial yang harmonis.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaRakyat.Com

+ Gabung

Exit mobile version