Bupati Buce Liu Tegaskan Kesiapan TTS Sambut BMMC II 2026-TTS EDITION

200
Reporter : YD
IMG-20261107-WA0016
IMG-20261107-WA0016

SO’E,GardaRakyat.com – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nusa Tenggara Timur dan Kabuoaten TTS, terus mematangkan persiapan Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) II 2026 — TTS Edition, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November hingga 9 Desember 2026 di GOR Nekmese, So’e.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan yang dihadiri Bupati TTS Buce Liu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten TTS Yoksan Benu, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT Winston Rondo, Ketua PBVSI TTS Roy Babys, Wakil Ketua Umum Panitia BMMC 2026 Ivan Rondo, serta unsur Dinas Pemuda dan Olahraga, pengurus KONI TTS, dan jajaran panitia penyelenggara.

Rapat ini menjadi momentum konsolidasi lintas lembaga untuk memastikan BMMC II 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi bola voli yang berkualitas, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat NTT, penggerak ekonomi lokal, serta panggung promosi budaya dan potensi Kabupaten TTS.

Bupati TTS: Masyarakat Antusias, Pemerintah Siapkan Dukungan Fasilitas dan Pelayanan Tamu

Bupati TTS, Buce Liu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama sepekan terakhir bekerja mempersiapkan penyelenggaraan BMMC II 2026, termasuk melalui kampanye media dan media sosial yang dinilainya telah membangun antusiasme masyarakat secara luas.

Menurutnya, gaung publikasi BMMC semakin terasa, baik di Kabupaten TTS maupun di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Antusiasme tersebut menjadi modal penting untuk menyambut kontingen peserta yang akan datang dari berbagai wilayah NTT.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menangani kebutuhan perbaikan fasilitas, sarana, dan prasarana pendukung penyelenggaraan di GOR Nekmese.

Dukungan juga akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta komunitas seni dan budaya agar kehadiran para peserta dan pengunjung memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga:
SMK Negeri 5 Kupang Tampil Perkasa, Taklukkan SMA Negeri 5 dengan Skor 3-0 di SMSI Cup I 2026

Selain itu, Pemerintah Kabupaten TTS berencana mengajak paguyuban masyarakat NTT lintas etnis untuk berkolaborasi dalam kegiatan penyambutan dan rangkaian pendukung BMMC.

Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk dukungan pengamanan dari kepolisian, juga menjadi perhatian dalam memastikan penyelenggaraan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Semangat yang ingin dibangun adalah menjadikan TTS sebagai tuan rumah yang tidak hanya siap menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga mampu menghadirkan keramahan dan pengalaman berkesan bagi seluruh tamu.

Winston Rondo: BMMC Adalah Investasi Olahraga, Ekonomi, dan Persaudaraan NTT

Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTS atas kesediaan menjadi tuan rumah sekaligus dukungan kebijakan dan penganggaran untuk penyelenggaraan BMMC II 2026.

Ia mengakui bahwa penyelenggaraan kejuaraan dengan cakupan provinsi membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Namun, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kembali kepada atlet, masyarakat, pelaku usaha, serta berpotensi mendukung penerimaan daerah.

PBVSI NTT juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan BMMC sebelumnya, termasuk mengenai penghargaan bagi para juara.

Salah satu target yang tengah diupayakan adalah peningkatan bonus juara sekitar 50-70% persen dibandingkan edisi sebelumnya. Besaran final masih bergantung pada kemampuan pembiayaan dan keputusan penyelenggara.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, PBVSI NTT dan panitia mengupayakan dukungan pembiayaan dari tingkat provinsi, kemitraan sponsor, kontribusi donatur, serta penerimaan tiket penonton di GOR Nekmese.

Winston menjelaskan bahwa kepanitiaan BMMC II 2026 dikembangkan melalui model kerja terintegrasi antara Pengprov PBVSI NTT dan Pengkab PBVSI TTS, dengan dukungan lintas OPD serta relawan yang akan direkrut.

Menurutnya, BMMC kali ini dirancang sebagai kejuaraan bola voli tingkat provinsi dengan pendekatan khas TTS Edition.

Bola voli tetap menjadi kegiatan utama, tetapi penyelenggaraan juga akan memperkenalkan keramahtamahan masyarakat, seni budaya, kuliner, pariwisata, kreativitas generasi muda, dan berbagai potensi unggulan lokal.

Winston juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda TTS melalui perekrutan relawan. Selain membantu operasional kegiatan, para relawan diharapkan memperoleh pengalaman dan kesempatan belajar mengenai pengelolaan acara olahraga berskala besar.

Ia menegaskan semangat utama BMMC II 2026 melalui pesan:

“Satu Persaudaraan, Satu Arena, Satu NTT, Ragam Cerita.”

DPRD TTS Dorong Keterlibatan UMKM dan Kesadaran Mendukung Ekosistem Olahraga Modern

Wakil Ketua DPRD Kabupaten TTS, Yoksan Benu, menyampaikan bahwa dukungan politik dan kebijakan dari unsur legislatif telah memiliki kejelasan untuk mendukung persiapan BMMC II 2026.

Ia berharap kolaborasi penyelenggaraan tidak berhenti pada pertandingan bola voli, melainkan juga memberikan ruang nyata bagi UMKM dan generasi muda untuk berpartisipasi serta memperoleh manfaat ekonomi.

Yoksan turut mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru dalam mendukung penyelenggaraan olahraga yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Salah satunya melalui kesediaan mengikuti ketentuan resmi mengenai parkir dan tiket masuk pertandingan.

Menurutnya, kontribusi masyarakat tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari upaya mendukung penyelenggaraan kegiatan, bukan semata-mata sebagai keuntungan panitia atau pemerintah.

Ia juga menyoroti potensi penerimaan asli daerah (PAD) melalui mekanisme yang sah, yang pada akhirnya dapat mendukung program pembangunan daerah.

Karena itu, pengelolaan parkir, tiket, dan penerimaan terkait perlu dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Roy Babys: TTS Siapkan Empat Tim Putra dan Tiga Tim Putri, Siap Jadi Tuan Rumah yang Sportif

Ketua PBVSI TTS, Roy Babys, menyatakan pihaknya menyambut baik penyelenggaraan BMMC II 2026 dan telah mengintegrasikan kerja kepanitiaan bersama tim Pengprov PBVSI NTT.

Di sisi kompetisi, PBVSI TTS juga sedang mempersiapkan kekuatan tim daerah untuk mempertahankan prestasi yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya.

TTS mempersiapkan empat tim putra dan tiga tim putri sebagai bagian dari persiapan mengikuti kompetisi.

Namun, Roy menegaskan bahwa ambisi prestasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sebagai tuan rumah.

Ia mengajak masyarakat TTS tidak hanya memberikan dukungan kepada tim daerah sendiri, tetapi juga menyambut seluruh peserta dengan baik serta menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play.

PBVSI TTS ingin membangun budaya menonton dan mendukung olahraga yang lebih modern, tertib, serta menghargai kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan.

Karena itu, masyarakat diimbau mengikuti pengaturan panitia, termasuk ketentuan parkir dan tiket pertandingan yang nantinya diumumkan secara resmi.

Menurut Roy, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran masyarakat dan penyelenggara dalam mempersiapkan TTS menuju aspirasi sebagai tuan rumah cabang olahraga pada PON NTT–NTB 2028.

Ivan Rondo: BMMC Hadirkan Sportainment, Budaya Atoni Pah Meto, dan Pengalaman Berbeda bagi Pengunjung

Wakil Ketua Umum Panitia BMMC 2026, Ivan Rondo, menjelaskan bahwa BMMC dikembangkan sebagai sebuah wadah olahraga dengan manfaat yang lebih luas daripada kompetisi semata.

Bola voli tetap menjadi pusat kegiatan. Namun, penyelenggaraan akan diperkuat melalui pendekatan sportainment, yaitu perpaduan olahraga dan hiburan kreatif yang dirancang untuk meningkatkan antusiasme serta menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda.

Konsep tersebut direncanakan hadir pada acara pembukaan, penutupan, dan sejumlah jeda pertandingan melalui penampilan musik, seni, serta kreativitas generasi muda NTT dan TTS.

Ivan menekankan bahwa BMMC juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem olahraga dan kapasitas penyelenggaraan di Kabupaten TTS sebagai bagian dari perjalanan menuju PON NTT–NTB 2028.

Di luar pertandingan, keramahan dan kekayaan budaya Bumi Atoni Pah Meto akan menjadi identitas utama penyambutan tamu.

Potensi pariwisata, seni budaya, produk UMKM, dan kuliner lokal akan mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada kontingen serta pengunjung dari luar daerah.

Panitia juga berencana memperkenalkan Jagung Bose, Katemak, dan Sambal Lu’at sebagai bagian dari kekayaan kuliner khas masyarakat TTS.

Melalui pengalaman tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat, menikmati produk lokal, dan membawa pulang cerita tentang TTS.

Ivan menambahkan bahwa panitia masih terus bekerja mematangkan berbagai kebutuhan teknis dan operasional.

Ia mengajak seluruh pencinta bola voli di NTT untuk mengikuti perkembangan resmi BMMC II 2026 melalui kanal media sosial PBVSI NTT.

Lebih dari Turnamen, Momentum Menuju PON 2028

BMMC II 2026 — TTS Edition menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih kuat di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dengan sejarah prestasi bola voli, antusiasme masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah dan organisasi olahraga, TTS memiliki peluang untuk mengembangkan kapasitas penyelenggaraan kompetisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Penyelenggaraan ini juga sejalan dengan aspirasi pemerintah dan masyarakat TTS untuk mengambil peran sebagai tuan rumah cabang olahraga bola voli indoor dan sepak bola putra pada PON NTT–NTB 2028.

Melalui kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi masyarakat, BMMC II 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat prestasi, persaudaraan, pelayanan tamu, dan kebanggaan terhadap Bumi Atoni Pah Meto.

Ben Mboi Memorial Cup II 2026 — TTS Edition dijadwalkan berlangsung pada 23 November–7 Desember 2026 di GOR Nekmese, So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Satu Persaudaraan. Satu Arena. Satu NTT, Ragam Cerita.

Serve With Integrity, Spike For NTT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaRakyat.Com

+ Gabung