KUPANG, GardaRakyat.com – Ketika air bersih masih menjadi persoalan sehari-hari bagi sebagian warga Kota Kupang, sebuah sumur di RT 19, Kelurahan Naioni, kini menjadi sumber harapan baru. Melalui program PLN Peduli, PT PLN (Persero) bersama Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) menghadirkan sarana air bersih, fasilitas sanitasi, hingga kebun komunal yang dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Fasilitas tersebut resmi diresmikan pada Senin (24/8/2026), ditandai dengan pemutaran kran air secara simbolis oleh manajemen PLN bersama pemerintah setempat.
Momentum peresmian berlangsung dalam suasana penuh kearifan lokal. Kehadiran Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN, Taufik Dwi Nur Cahyo, disambut tarian adat Natoni serta pengalungan selendang khas Nusa Tenggara Timur.
Bagi warga RT 19 Naioni, pembangunan fasilitas ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Air yang selama ini menjadi kebutuhan yang tidak mudah diperoleh, kini mulai tersedia lebih dekat dengan rumah-rumah warga.
Lurah Naioni, Oktovianus Nifu, SE, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi PLN, JPM, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan fasilitas tersebut.
Menurutnya, akses air bersih memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air.
“Bantuan ini tidak hanya menjawab kebutuhan dasar warga akan air minum dan sanitasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pertanian,” ujar Oktovianus dalam sambutannya.
Infrastruktur Air Dibangun dari Hulu hingga Rumah Warga
Program PLN Peduli di RT 19 Naioni tidak berhenti pada penyediaan satu titik sumber air. Infrastruktur dibangun secara terintegrasi agar air dapat dialirkan hingga ke rumah warga.
Pekerjaan tersebut mencakup rehabilitasi berat sumur, pemasangan pompa submersible berdaya 2.200 Watt, pembangunan jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 3.000 meter, serta pembangunan reservoir atau bak penampung utama dengan kapasitas 8.300 liter.
Jaringan tersebut kemudian disalurkan langsung melalui 34 Sambungan Rumah (SR).
Dengan jaringan ini, manfaat program tidak hanya dirasakan pada satu fasilitas umum, tetapi dapat menjangkau rumah-rumah warga yang menjadi penerima manfaat.
Konsep tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyediaan air bersih di Naioni diarahkan sebagai infrastruktur dasar yang memiliki manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat.
Yang menarik, program ini tidak hanya berbicara mengenai air untuk kebutuhan rumah tangga. PLN dan JPM juga mengintegrasikan fasilitas tersebut dengan pengembangan sektor pertanian warga.
Sebanyak tiga unit penampungan air irigasi, masing-masing berkapasitas 4.000 liter, disiapkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Pasokan air tersebut dimanfaatkan untuk mengairi dua lahan kebun melon dengan kapasitas antara 700 hingga 5.000 pohon, serta tiga lahan kebun sayur komunal milik warga.
Langkah ini membuat pembangunan sarana air bersih memiliki dimensi yang lebih luas. Air tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi modal penting bagi warga untuk mengembangkan produktivitas pertanian.
Dari sini, manfaat program diharapkan bergerak dari pemenuhan kebutuhan dasar menuju penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Senior Project Officer JPM, Yareth Nenobesi, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan dan berfungsinya pompa air.
Menurutnya, keberlanjutan fasilitas menjadi bagian penting dari program. Karena itu, masyarakat juga dibekali dengan pengetahuan dan kelembagaan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dikelola secara mandiri.
Program tersebut mencakup pelatihan teknologi pertanian organik berbasis Eco Enzyme serta pembentukan Komite Air.
“Kami ingin memastikan sarana yang telah dibangun ini dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh warga RT 19 Naioni,” kata Yareth.
Pembentukan Komite Air menjadi salah satu instrumen penting agar masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga, mengatur dan memelihara sarana air yang telah tersedia.
Dengan demikian, bantuan tidak berhenti ketika pembangunan fisik selesai. Masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dalam menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut.
Program PLN Peduli di RT 19 Naioni memperlihatkan bagaimana intervensi sosial dapat dirancang lebih jauh dari sekadar bantuan sesaat.
Air bersih menjadi pintu masuk. Dari sana, dibangun sanitasi, jaringan rumah tangga, fasilitas irigasi, kebun melon, kebun sayur, pelatihan pertanian organik hingga kelembagaan pengelolaan air.
Rangkaian fasilitas tersebut menyatukan kebutuhan dasar, lingkungan, ketahanan pangan dan potensi ekonomi dalam satu program.
Bagi masyarakat Naioni, keberadaan air bersih berarti lebih dari sekadar mengalirnya air dari kran. Di baliknya terdapat harapan agar warga dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, mengembangkan lahan pertanian dan secara perlahan membangun kemandirian ekonomi.
Peresmian kemudian ditutup dengan peninjauan langsung ke area kebun komunal dan ramah tamah bersama warga.
Di tengah tantangan keterbatasan air yang masih dihadapi sejumlah wilayah NTT, langkah di RT 19 Naioni menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara dunia usaha, lembaga sosial, pemerintah dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang menyentuh kebutuhan paling mendasar sekaligus membuka jalan menuju pemberdayaan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaRakyat.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





