Festival Fronteira 2026: Refleksi dan Pembahasan Ulang Delapan Poin Deklarasi Ambeno Demi Perdamaian Berkelanjutan

200
Reporter : YD
IMG-20261027-WA0006
IMG-20261027-WA0006

COM,DILI,GardaRakyat.com – Penyelenggaraan Festival Fronteira 2026 kembali menjadi momentum penting dalam merawat ingatan kolektif sekaligus memperkuat jalan rekonsiliasi antara Timor-Leste dan Indonesia. Bertempat di Com, Timor-Leste, Minggu (25/10/2026), perhelatan tahunan ini diisi dengan seminar dan diskusi kelompok terarah bertajuk “Pos-Memóri ruang ketiga / Post-Memory at the Third Space”, yang secara khusus membahas ulang delapan poin penting dalam Deklarasi Ambeno.

​Deklarasi Ambeno – yang pertama kali disepakati pada Festival Fronteira Oktober 2024 – merupakan pijakan strategis untuk menyembuhkan “luka-luka” sejarah akibat konflik politik periode 1974–1999. Konflik masa lalu yang ditandai oleh pelanggaran hak asasi manusia tersebut meninggalkan dampak mendalam, mulai dari keberadaan anak yatim, janda, penyandang disabilitas fisik, hingga trauma dan rasa dendam yang merambat ke generasi baru.

​Dalam rangkaian Festival Fronteira 2026, para peneliti dari BRIN, peneliti Centro Nacional Chega! (CNC), fasilitator, serta panitia penyelenggara lintas lembaga (CNC) berkumpul untuk meninjau kembali efektivitas dan implementasi delapan poin komitmen deklarasi tersebut. Pembahasan ulang ini menyoroti penguatan hubungan persaudaraan di wilayah perbatasan, perlindungan anak dan pemuda dari stigma serta diskriminasi, hingga penyelesaian konflik berbasis kedaulatan hukum dan adat istiadat.

​Turut hadir secara aktif, sebanyak 20 delegasi dari Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT) yang mengikuti seluruh jalannya kegiatan seminar dan diskusi kelompok dari awal hingga penutupan. Kehadiran 20 Delegasi FKPTT mempertegas peran organisasi dalam mengadvokasi rekomendasi Komisi Kebenaran dan Persahabatan/Comissao de Amizade e Verdade (CVA) serta membantu pencarian informasi keberadaan korban hilang selama masa konflik.

Baca Juga:
Walikota Kupang borong 2 penghargaan di malam apresiasi pemerintah daerah berprestasi, Bawa Pulang Rp. 6M

​Diskusi interaktif ini menekankan pentingnya pendekatan dari perspektif korban (victim-centered approach), mencakup pengungkapan kebenaran yang jujur, pengakuan kesalahan, permohonan maaf, hingga pemulihan kepercayaan di tingkat komunitas. Selain itu, dorongan terhadap pengaktifan Senior Official’s Meeting, pembentukan Free Trade Zone di perbatasan, serta advokasi undang-undang reparasi bagi korban terus diperjuangkan oleh CNC bersama mitra-mitra terkait.

​Rangkaian agenda di Com ditutup dengan Agenda evaluasi bersama dan Foto Bersama dan malam hari di lanjutkan penutupan resmi Festival Fronteira 2026 (FF-2026)di Tutup Oleh Mentri Muda Seni Dan Budaya yang dipimpin oleh Komisi Penyelenggara. Seluruh partisipan dan delegasi mengakhiri kegiatan dengan Tarian bersama sebagai simbol komitmen teguh menjaga persaudaraan dan perdamaian berkelanjutan di tanah Timor.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaRakyat.Com

+ Gabung